Sabtu, 01 Desember 2012

Ahli Biologi Modern

Pada akhir abad ke-20, penyakit menular baru mulai muncul. Diantaranya adalah HIV dan AIDS, penyakit Lyme, penyakit tentara, dan  infeksi Escherichia coli. Penyakit menular disebabkan oleh mikroorganisme (kuman) yang memasuki tubuh dan melakukan aksinya. Walaupun sejak tahun 1995, Indonesia telah bebas dari penyakit Polio sama sekali, Depkes dan WHO sempat menemukan virus ini di Cidahu, Sukabumi pada awal abad ke-21. Penyakit  frambusia tahun 2009 masih ditemukan 8.309 kasus yang tersebar di provinsi wilayah timur Indonesia yaitu NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua dan Papua Barat. Virus Flu burung juga termasuk virus baru di Indonesia dan para ilmuan Indonesia ikut serta dalam usaha pembuatan vaksinnya. Penelitian di Unair  nantinya diharapkan akan mampu memproduksi vaksi flu burung hingga 20 juta dosis per tahun.
Ahli biologi berhadapan dengan tugas bertumpuk untuk merunut sejarah hidup mikroorganisme yang dapat menyebabkan wabah serius dan mencari cara mengurangi efeknya. Ahli epidemiologi adalah para ilmuan yang melacak jejak penyakit menular. Mereka menghitung dan mencatat laporan penyakit untuk menunjukkan pola kemunculan. Ahli farmasi dan kedokteran mengusahakan mengembangkan vaksin untuk mencegah persebaran penyakit menular serta antibiotik untuk menyembuhkan orang yang terinfeksi.

Senin, 26 November 2012

Anabolisme

Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis.

1. Fotosintesis
Arti fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu (tidak kelihatan).

Yang digunakan dalam proses fetosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai

Fermentasi

Pada kebanyakan tumbuhan den hewan respirasi yang berlangsung adalah respirasi aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat pada sesuatu hal, maka hewan dan tumbuhan tersebut
melangsungkan proses fermentasi yaitu proses pembebasan energi tanpa adanya oksigen, nama lainnya adalah respirasi anaerob.
Dari hasil akhir fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam laktat/asam susu dan fermentasi alkohol.
A. Fermentasi Asam Laktat
Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat. Peristiwa ini dapat terjadi di otot dalam kondisi anaerob.

Reaksinya: C6H12O6 ————> 2 C2H5OCOOH + Energi
enzim

Prosesnya :

1. Glukosa ————> asam piruvat (proses Glikolisis).
enzim
C6H12O6 ————> 2 C2H3OCOOH + Energi

2. Dehidrogenasi asam piravat akan terbentuk asam laktat.
2 C2H3OCOOH + 2 NADH2 ————> 2 C2H5OCOOH + 2 NAD
piruvat
dehidrogenasa

Respirasi

Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.

Contoh:
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:
C6H,206 + 6 02 ———————————> 6 H2O + 6 CO2 + Energi
(gluLosa)

Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi, melalui tiga tahap :

1. Glikolisis.
2. Daur Krebs.
3. Transpor elektron respirasi.

1. Glikolids:
Peristiwa perubahan :
Glukosa Þ Glulosa - 6 - fosfat Þ Fruktosa 1,6 difosfat Þ
3 fosfogliseral dehid (PGAL) / Triosa fosfat
Þ Asam piravat.
Jadi hasil dari glikolisis :
1.1. 2 molekul asam piravat.
1.2. 2 molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi
tinggi.
1.3. 2 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa.

2.

Selasa, 13 November 2012

Perbedaan Monokotil dan Dikotil

Ciri ciri monokotil dan dikotil
Perbedaan Monokotil dan Dikotil – Contoh monokotil dan dikotil – Persamaan monokotil dan dikotil – pengertian monokotil dan dikotil – Ciri ciri monokotil dan dikotil
Pada tumbuhan kelas / tingkat tinggi dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae. Ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil hanya dapat ditemukan pada tumbuhan subdivisi angiospermae karena memiliki bunga yang sesungguhnya.
Perbedaan ciri ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :
Struktur Anatomi Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang